Saturday, July 7, 2012
Dr. Muhammad Mursi Isa'ul Ayyat
20 Agustus 1951: Tahun kelahiran Dr. Muhammad Mursi.
Dr. Mursi, bernama lengkap Muhammad Mursi Isa’ ul Ayyat lahir di desa Al-Udwah, Provinsi Syarqiyah, bagian timur Mesir, pada 20 Agustus 1951 dari keluarga petani sederhana. Mursi kecil tumbuh dari keluarga sederhana yang taat beragama, bapaknya seorang petani dan ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Hidup dengan lima saudara, dua perempuan dan tiga laki-laki. Mursi dan keluarganya adalah penghafal Al-Qur'an. kelima orang anaknya adalah hafiz dan hafizah al-Quran, bahkan ia dan istrinya adalah hafiz / hafizah al-Quran. Masa kecil hingga remajanya banyak dihabiskan dikampung halaman. Mursi bersekolah sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah di Propinsi Syarqiyah dengan prestasi akademik yang membanggakan, yang akhirnya menghatarkanya kuliah ke Kairo. Padahal ketika itu Mursi juga memiliki aktifitas lain yaitu menghafal Al-Qur’an.
1970-1975: Hijrah ke Kairo untuk menuntut ilmu.
Dr. Mursi pindah ke Kairo untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Cairo, jurusan Tehnik dalam bidang Rekayasa pada tahun 1970 sampai 1975. Ia menyelesaikan studinya di Universitas Cairo dengan predikat nilai Cumlaude dan langsung ditunjuk sebagai dosen pengajar. Setelah itu, ia memperoleh Master dalam bidang Teknik Metalurgi di Universitas yang sama (Cairo) pada tahun 1978. Mursi muda bukanlah seorang akademisi saja, tapi ia memiliki aktifitas diluar kuliah yang sangat produktif. Ia berkenalan dengan berbagai organisasi kepemudaan baik yang di dalam kampus maupun yang di luar kampus. Hingga Akhirnya Mursi muda berkenalan dengan Jamaah Ikhwanul Muslimin. Ketertarikan Mursi dengan Jamaah Ikhwanul Muslimin berawal dari perkenalanya dengan beberapa anggota ikhwan, semakin hari Mursi muda semakin penasaran. Mursi muda tidak mengerti kenapa organisasi yang dilarang oleh pemerintah itu sangat komitmen dalam menghadapi tekanan dan lebih hebatnya lagi konsistensi jamaah ikhwan dalam menyuarakan keadilan dan kebebasan. Akhirnya Mursi muda semakin terlibat diskusi panjang dan membaca buku-buku ikhwan. Mursi mengikuti dengan baik semua kegiatan yang di selenggarakan oleh ikhwan seperti halaqoh, tasqif, dauroh, mabit, mukkoyam. Mursi mulai memperbaiki konsep dirinya sesuai arahan jamaah ikhwan yang diperkenalkan oleh Hasan Al-Banna sebagaimana yang dikenal dengan sebutan 10 Muwasofat tarbiyah. Selain itu ia juga memperdalam 10 rukun bai’at sebagai dasar pemikiranya dalam memahami Islam secara menyeluruh.
1979: Menjadi anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun (Ikhwan)
Sejak 1977, Mursi muda resmi aktif di Ikhwanul Muslimin dan mengalami nasib yang sama dengan para ikhwan pendahulunya yaitu berulang kali masuk penjara, baik di masa Presiden Anwar Saddat (1970-1981) maupun di era Presiden Husni Mubarak (1981-2011) atas tuduhan melakukan gerakan bawah tanah untuk menggulingkan pemerintah. Ia paham dengan segala konsekwensi menjadi prajurit dakwah dalam Jamaah Ikhwanul Muslim, perjuangan, pengorbanan, diri, jiwa dan harta telah diwaqafkan dalam jalan dakwah. Sadar dengan konsekwensi yang akan hadapinya, melawan kedzaliman rezim dan sistem tirani, penjara, pengusiran, pembredalan dan semacamnya, adalah istilah yang tidak pernah lepas dari benak para pejuang. Sikapnya yang terus menentang tindakan dan prilaku rezim dzalim, menyebabkan ia berkali-kali ditangkap
Memang, sepanjang tiga rezim Mesir mulai dari Presiden Gamal Abdel Nasser (1953-1970), berlanjut rezim Presiden Anwar Saddat (1970-1981) hingga Presiden Mubarak (1981-2011), Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Hal ini dikarenakan gerakan Ikhwanul muslimin sering di tuduh melakukan rencana makar terhadap pemerintah. Meskipun sesungguhnya apa yang dilakukan ikhwan lebih sekedar bentuk kritis dalam menyuarakan keadilan dan kebebasan yang mati suri di Mesir karena pemerintahan yang sangat tirani.
Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah organisasi Islam berlandaskan ajaran Islam. Ia merupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang bahwa Islam adalah dien yang universal dan menyeluruh, bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (salat, puasa, haji, zakat, dll) saja. Tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam. Ikhwanul Muslimin menolak segala bentuk penjajahan. Dalam perpolitikan di berbagai negara, Ikhwanul Muslimin ikut serta dalam proses demokrasi sebagai sarana perjuangannya, sebagaimana kelompok-kelompok lain yang mengakui demokrasi.
Mursi muda memiliki segudang prestasi baik akademik maupun non akademik.
Dalam bidang akademik, Mursi muda sangat terkenal melalui berbagai penelitian dalam bidang industri yang menyentuh produksi hasil bumi Mesir, bahkan memiliki puluhan penelitian dalam menyelesaikan studi permukaan logam yang dianggap sebagai bidang utama keahliannya, sehingga penelitiannya diakui oleh NASA.
Dalam bidang non akademik, Mursi muda sangat menaruh perhatian besar terhadap gejolak di Palestina dan Al-Quds. Mursi memandang permasalahan Palestina sebagai permasalahan umat manusia yang memiliki hati nurani, dan tidak hanya permasalahan Bangsa Palestina saja, tapi menjadi permasalahan bersama umat Islam. Melalui aktifitasnya ini Mursi terpilih sebagai anggota Dewan Perlawanan Terhadap Zionisme di Provinsi Syarqiyah. Selain itu, Mursi juga terlibat sebagai pendiri Komite Mesir Menentang Proyek Zionisme.
Tidak hanya pribadi Dr. Muhammad Mursi yang didzalimin oleh rezim tirani, keluarganya pun menjadi sasaran penangkapan, anaknya dr. Ahmad pun ditangkap saat Dr. Muhammad Mursi mencalonkan diri pada pemilihan tahun 2000, anaknya ditangkap tiga kali bersama orang tuanya. Setelah prestasinya dalam ranah politik selama lima tahun, Majlis Syurah Ikhwanul Muslimin memilihnya sebagai anggota Maktab Irsyad (dewan pimpinan tertinggi jamaah). Pasca Revolusi Mesir, Majlis Syurah Ikhwanul Muslimin memilihnya sebagai Presiden Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang didirikan oleh Ikhwanul Muslimin.
1978-1985 : Tahun pernikahan dan petualangan ke luar negeri.
Dr. Mursi menikah pada 30 November 1978 dan dikarunia 5 anak : Ahmed, Shaima, Osama, Omar dan Abdullah dan 3 cucu. Pada tahun tersebut ia pergi ke Amerika Serikat untuk bekerja dan melanjutkan kuliah. Dr.Mursi mendapat gelar ndust teknik bidang mesin penggerak udara (PhD) pada tahun 1982 di Universitas Southtern California. Ia ditunjuk untuk menjadi dosen di Universitas Southern California, kemudian menjadi asisten Prof. di Universitas California-North Ridge sampai tahun 1985. Setelah kembali dari Amerika Serikat, ia ditawari sebagai Profesor dan dekan di Fakultas Teknik Material pada tahun 1985 sampai tahun 2010 di Universitas Zaqaziq.
2000-2005: Caleg dalam pileg dan berhasil menjadi aleg.
Dr. Mursi yang aktif sebagai anggota Maktab Irsyad (Dewan Syura) Ikhwanul Muslimin ini, ikut bertarung dan terpilih sebagai anggota parlemen periode 2000-2005. Dalam pemilihan umum pada 2000, Mursi terpilih sebagai anggota parlemen dan kemudian terpilih menjadi juru bicara kubu Ikhwanul Muslimin di dewan legislatif itu.
Mursi menjabat sebagai Anggota Parlemen pada tahun 2000-2005. Ia terpilih menjadi calon independen karena Ikhwan secara teknis dilarang mencalonkan kandidat di bawah Presiden Husni Mubarak. Selama menjadi anggota parlemen, ia mendapat predikat sebagai anggota parlemen terbaik. Pada pemilihan parlemen tahun 2005, ia mencalonkan diri kembali dengan membawa bendera Freedom and Justice Party (FJP) Dan pada pemilihan itu Dr Mursi meraih suara terbanyak, mengalahkan musuh politiknya dari National Democratic Party (NDP) partai Mubarak, namun keluar keputusan yang tidak berpihak, sampai dilakukan pemilihan kembali yang memenangkan partai Mubarak.
Setelah terjadinya pemalsuan parlemen pada pemilihan tahun 2005, Dr. Mursi menopang dalam melakukan demonstrasi dan mendukung peradilan yang bebas. Akibatnya, pada tanggal 18 Mei 2006 beliau ditangkap bersama 500 orang anggota Ikhwanul Muslimin di depan gedung Pengadilan Kairo dan bangunan pengadilan Al-Jala di ibukota Kairo, dan menghuni jeruji besi selama 7 bulan hinggan dibebaskan pada 10 Desember 2006. Dr. Mursi ditangkap karena partisipasinya dalam demonstrasi penolakan transfer dua orang hakim ke komisi otoritas. Kedua hakim itu adalah Mahmud Makki dan Hisyam Bastuwaesi. Kedua hakim ini nilai tidak ’fair’ dalam kasus manipulasi pemilihan anggota MPR 2005. Kedua hakim ini dibela karena terkenal akan sikapnya yang menentang kecurangan pemilu legislatif tahun 2005 tersebut.
Perlu diungkapkan kembali bahwa Ikhwanul Muslimin selama lebih kurang 80 tahun berjuang demi sebuah keadilan dan kebebasan. Selama itu pula mereka ditindas dan dizalimi. Telah banyak jiwa dan darah yang mengalir sepanjang jalan dan langkahan dakwah mereka dimulai dari pendirinya Assyahid Imam Hassan Al Banna, yang syahid terbunuh secara misterius, bahkan saat kematian diperlakukan dengan keji oleh pemerintah disusul Sayyid Qutub, Muhammad Al-Farigili, Abdul Qadir Audah, sampai As-Syahid Nashir Uwais, dia antara pemuda Ikhwan yang syahid pada Revolusi 25 Januari 2011.
2012: Finish atau Start?
Pada Jumat pagi, 28 Januari 2012, Mohammad Mursi kembali ditangkap bersama sejumlah besar pemimpin Ikhwanul Muslimin di berbagai provinsi untuk mencegah partisipasi mereka dalam demostrasi besar usai shalat Juma’t.
Pada 24 juni 2012 Mohammed Mursi secara resmi terpilih sebagai Presiden Mesir pengganti Presiden Husni Mubarak yang digulingkan dalam revolusi pada awal tahun 2011, sesuai dengan keputusan Komisi Pemilihan Presiden yang diumumkan Ketua Komisi, Farouk Soltan, pada Ahad 24 Juni 2012.
Mohammad Mursi Terpilih Jadi Presiden
Setelah melewati dua tahap pemilihan, Mohammad Mursi diumumkan sebagai Presiden terpilih Republik Arab Mesir ke 5 pada hari Ahad tanggal 24 Juni 2012. Mohammad Mursi memenangkan 51.73 persen suara atas rivalnya mantan Perdana Menteri Ahmed Shafiq. Sesudah negosiasi antara tokoh kharismatik Ikhwan, Khairat al-Shater dengan Dewan Agung Militer (SCAF), yang dipimpin Marsekal Ahmed Husien Tantawi, yang berlangsung hampir sepanjang hari Sabtu, nampaknya mulai konstalasi politik di Mesir berubah, yang kemudian Komisi Pemilihan Presiden (SEP), mengumumkan kemenangan calon Ikhwan Mohammed Mursy, sebagai presiden Mesir.
Sebelumnya, terjadi ketegangan antara para pemimpin Ikhwan dengan SCAF, yang sebelum mengambil langkah yang sangat dramatis, sejak kemenangan Ikhwan dalam pemilihan parlemen, dan dilanjutkan kemenangan pemilihan presiden. Militer mula-mula tak hendak menyerahkan kekuasaan kepada sipil, dan bahkan berusaha ingin melanggengkan kekuasaannya, dan secara sistematis, membubarkan parlemen, dan membuat dekrit yang membuat konstitusi baru, yang tujuannya tidak memberikan peluang Ikhwan dan Mohammed Mursy mengambil alih kekuasaan. Namun, di balik semuanya ketegangan politik yang mengarah kepada konfrontasi antara Ikhwan dengan SCAF itu, nampaknya Khairat al-Shater, berperan sangat luar biasa menjembatani kepentingan antara Ikhwan dengan SCAF. Ketegangan itu, berakhir, yang nampaknya mencapai jalan keluar, sebagai langkah Ikhwan yang memberikan penegasan posisi Ikhwan kepada SCAF. Khairat al-Shater memberikan jalan keluar dan mengakhiri ketegangan antara Ikhwan dengan SCAF, usai pertemuan yang berlangsung hingga, hari Sabtu (KAPAN? TGL BRP). Mohammed Mursy adalah duplikat Khairat al-Shater, dan al-Shaterlah yang terus menemani Mursy berkeliling seluruh Mesir, dan disertai tentang visi masa depan Ikhwan yang disebuat dengan : An-Nahdhah (Renaisance).
Visi itulah yang disampaikan oleh Mursy kepada seluruh rakyat Mesir, dan itu merupakan buah pikiran dari Khairat al-Shater. Mursy dengan dukungan organisasi yang sangat kuat dan solid, melakukan kampanye besar-besaran serta terorganisir ke seluruh rakyat Mesir. Khairat al-Shater memberikan dukungan secara total kepada Mohammed Mursy, dan menggalang seluruh kekuatan politik di Mesir, seperti dari Salafi, kalangan Nasseris, independen, kalangan pemuda, dan menyatukan kembali mantan Wakil Mursyid, Dr.Mu'in Abul Futuh, bergabung dengan Muhammad Mursy, dan menghasilkan konsolidasi. Khairat al-Shater berhasil mempengaruhi tokoh revolusi Mesir, dan tokoh pemuda 6 Mei, yaitu Wael Ghoniem, dan kemudian mendukung Mursi.
Dukungan Keluarga.
Sang isteri bernama Najla Mahmud. Dilahirkan tahun 1962 di desa Ain Syams, timur Kairo. Setelah menikah, ia ikut suaminya tinggal Amerika Serikat. Najla pergi ke Amerika setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas. Di sana ia belajar bahasa Inggris secara khusus. Setelah itu ia bekerja tanpa gaji sebagai penerjemah langsung bagi para wanita muallaf Amerika dalam pengajian pekanan di Bait Thalib Muslim di Los Angeles. Awalnya setelah kembali dari Amerika ia berniat untuk melanjutkan kuliah, tapi akhirnya ia lebih memilih untuk total dalam mendidik anak-anaknya. Akhirnya ia dan anak-anak dapat menyelesaikan hafalan Al-Quran. Ia memberikan mereka pelajaran hingga sekolah menengah atas. Dari sinilah ia mulai melakukan aktifitas dakwah bersama jamaah Ikhwan. Saat Mursi sedang menyelesaikan program doctoral, sang istri mengerahkan segenap kemampuan untuk membantunya dalam menyelesaikan tugas dan meraih prestasi terbaik. Meskipun misi tersebut sangat berat, pasangan suami istri ini tetap rajin berdakwah sebelum akhirnya mereka meninggalkan berbagai tawaran Amerika yang menggiurkan, untuk kemudian pulang ke Mesir agar dapat mempersembahkan segenap kesungguhan kepada negeri. Umi Ahmed begitu sapaanya disamping sebagai istri, ia juga merupakan penasehat khusus bagi Dr. Mursi. Banyak keputusan-keputusan sulit yang sering dibahas bersama sang istri. Salah satunya adalah terkait pencalonan diri Dr. Mursi menjadi presiden. Umi Ahmed cukup sabar dalam mendampingi sang suami.
Awalnya umi Ahmed tidak pernah mengira suaminya akan dicalonkan sebagai presiden, sebab calon terkuat dari partai adalah Ir. Khairat Al-Shater. Sebagai istri umi ahmed menyadari bahwa tabiat manusia pada umumnya tidak menyukai cobaan, akan tetapi ia dan keluarga menyambutnya dengan cinta, ridha dan qanaah. Ia sudah sadari betul apa resiko yang akan di tanggung. Akan tetapi semua itu menjadi ringan jika dibanding apa yang akan ia berikan karena Allah dan umat ini. Demikianlah umi ahmed belajar dari Jamaah Ikhwan, bahwa kemaslahatan umat didahulukan dari kemaslahatan pribadi. Meskipun suaminya telah menjadi orang no 1 di Mesir, ia tetap ingin berada di tengah masyarakat, hidup seperti mereka hidup dan mendengarkan keluh kesah mereka. Seperti perkataan sayyidina Umar, “Seandainya ada seekor keledai terpeleset di Irak, niscaya saya akan ditanya Allah.” Bagaimana halnya dengan manusia yang tidak mendapatkan segelas air bersih atau tidak punya biaya berobat?! Ada masyarakat yang masih hidup di bawah titik nol. Merekalah kelompok pertama yang akan menjadi perhatian umi Ahmed dalam ruang lingkup sosial di luar kelembagaan dan itulah yang selama ini ia geluti dalam bidang sosial selama sekian tahun dalam bidang keputrian di jamaah Ikhwan. Umi Ahmed bahkan menolak mendapat julukan “ibu negara”. Baginya Julukan itu cukup berlaku untuk Jihan Sadat dan Suzan Mubarak. Bagi Umi Ahmed Islam telah mengajarkan bahwa presiden Mesir berikutnya adalah pelayan Mesir nomor satu, maka itu artinya bahwa istri merupakan pelayan wanita Mesir nomor satu. Pesan sekaligus doa Umi Ahmed terhadap sang suami tercinta “Semoga Allah menolongmu memikul tanggungjawab ini dan memberimu keteguhan dan keridhaan serta menjadikan kami sebagai penolongmu di jalan tersebut.” Putra sulung Dr. Mursi bernama dr. Ahmad Muhammad Mursi bekerja sebagai seorang dokter specialis Urologi dan Bedah Umum pada salah satu rumah sakit negara di Saudi Arabia bagian timur, Kota Al AHSA dan telah bekerja pada rumah sakit tersebut selama dua tahun. kepribadiannya yang tetap sopan dan bersahaja seperti sang ayah, membuatnya tetap mengambil keputusan untuk tetap mengabdi sesuai dengan profesinya. Menurut dr. Ahmad warga Saudi di kota Ahssa’ sangat baik dan sopan, sangatlah susah berpisah dengan mereka tuturnya. Kemenangan sang ayah adalah berkat doa rakyat Mesir dan semua orang yang ada di dunia ini, ia hanya ingin semuanya turut mendoakan agar sang Ayah berhasil dalam memimpin Mesir kedepan dan melayani rakyat Mesir khususnya.
Karakteristik Dr. Mursi
Dr. Mursi adalah seorang politisi yang telah matang. Betapapun sibuknya, ia selalu memperhatikan berbagai perkembangan dan masukan dan analisa yang beraneka ragam. Dari hari ke hari sifat-sifat kenegarawanannya semakin tumbuh untuk memikul jabatan kepala negara, ditambah lagi dengan bakat kepemimpinan dan administrasi dengan semangat tinggi serta loyalitas yang besar terhadap negeri dan rakyatnya. Itu semua diraih berkat kesungguhan dan kemauan kuat untuk meraih prestasi demi prestasi seraya memohon pertolongan kepada Allah, sabar menghadapi ujian dan pengendalian diri saat mengalami pristiwa besar dan merenung untuk mendapatkan solusi terbaik agar dapat keluar dari berbagai krisis dalam kondisi terbaik. Dr. Mursi sebagaimana orang Mesir katakan adalah ‘orang hebat, anak dari orang-orang hebat’. Pada pemilu tahun 1995 yang diselenggarakan tanpa kehadiran pengawasan dari pengadilan serta kemungkinan terjadinya berbagai kecurangan, Dr. Mursi mengajarkan bahwa seseorang harus mengerahkan segalah usahanya terlebih dahulu, sedangkan hasilnya ada di tangan Allah. Jamaah Ikhwan sendiri memiliki tujuan yang sangat banyak yang ingin diwujudkan bagi umat ini. Di antaranya adalah keberadaan mereka di kursi parleman. Karena itu jamaah mendorong setiap anggotanya agar merakyat dan selalu berkomunikasi dengan mereka. Dari hal ini Dr. Mursi mengajarkan bagaimana menghormati keputusan jamaah. Ketika jamaah memintanya untuk diajukan sebagai caleg pada pemilu tahun 2000 ia tetap menerimanya walau baru bangun dari sakit ketika itu. Ia tidak pernah menolak permintaan Ikhwan. Dr. Mursi, seorang akademisi yang hidup sehari-hari secara sederhana,mulai mengalami kerepotan. Ia harus mengubah cara hidupnya lantaran tuntutan protokol kepresidenan, terutama menyangkut keamanannya. Mursi tinggal di rumah kontrakan di distrik Tajamu’ al Khamis, Kairo baru. Mursi dan keluarganya hanya memiliki rumah di Zagazig, 100 kilometer arah timur Kairo. Mereka terpaksa mengontrak rumah di Kairo setelah Mursi menjadi ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwanul Muslimin.
Mursi dan keluarganya yang memiliki dasar agama sangat kuat dan amat disiplin dalam beribadah bersikeras selalu shalat di masjid meskipun telah menjadi presiden. Mursi terkejut setiap akan shalat subuh di masjid dekat rumahnya, melihat pengamanan sangat ketat dari pasukan pengawal presiden. Jalan-jalan di sekitar rumahnya diawasi petugas yang siaga. Bahkan, jalan-jalan sekitar rumah Mursi ditutup ketika presiden terpilih itu lewat. Mursi pun mengeluhkan sistem pengamanan yang sangat ketat itu. Sumber pasukan pengawal presiden (paswalpres) mengungkapkan, Mursi meminta sistem pengamanannya diperlonggar dan konvoi kendaraan yang mengiringi saat bepergian dikurangi supaya tidak mengganggu lalu lintas. Kendaraan yang mengiringi presiden ini terdiri dari 10 mobil pengawal, sebuah ambulans, serta beberapa sepeda motor polisi. Namun, pihak pengawal mengatakan sistem pengamanan seperti itu sudah standar terhadap seorang presiden. Pihak paswalpres telah meminta secara resmi agar Mursi pindah dari rumah kontrakannya sekarang yang agak jauh dari kantor presiden di Istana Al Ittihadiyah, ke Istana Al Salam yang berdampingan, namun Mursi masih menolak pindah. Paswalpres mencari jalan tengah dengan mengusulkan agar Mursi menjalankan shalat di masjid yang lebih dekat dengan rumahnya, atau masjid dekat istana Al Ittihadiyah jika nanti pindah ke istana Al Salam. Ketika mengunjungi kantor kepresidenan, pada dua hari pertama. Mursi selalu menjadi imam dalam shalat bersama para pegawai istana. Mursi sempat mendadak marah ketika melihat anggota paswalpres berdiri di bawah terik matahari. Setelah bertanya kepada komandan pengawal, Mursi meminta anggota pengawal yang berdiri di bawah terik matahari segera bubar dan mencari tempat teduh. Paswalpres juga direpotkan oleh istri Mursi, Sayyidah Nagla Mahmud, yang belum mau pindah dari Zagazig ke kota Kairo karena harus menunggui putra bungsunya, Abdullah, menyelesaikan ujian akhir sekolah menengah. Paswalpres pun menempatkan 10 petugas dan tiga kendaraan untuk mengamankan rumah Mursi di Zagazig, tak jauh dari Universitas Zagazig itu. Mursi juga memerintahkan tidak memasang fotonya di kantor pemerintah atau di mana saja. Hal itu berbeda dengan kebiasaan pemimpin Arab yang suka jika fotonya dipasang di mana-mana, bahkan membuat patung dirinya.
Tantangan berat.
Selain berharap pahala dari Allah, tidak ada fasilitas yang keluarga Mursi dapatkan selain gangguan dan intimidasi. Karena dia merupakan tokoh dan anggota parlemen terdepan. Anaknya, Ahmad, lebih dari sekali ditahan sebagai upaya intimidasi terhadap bapaknya agar tidak lagi mencalonkan diri pada pemilu berikutnya. Begitupula saudaranya, Usamah, sempat ditahan, diciduk pada malam hari oleh intel dan mendapatkan perlakuan kasar, saat itu Usamah sedang menuju masjid untuk menemui saudaranya. Belum lagi berbagai isu yang banyak dan sering disebarluaskan. Di antaranya isu bahwa dia menunjuk puterinya sebagai dekan, padahal hanya dia sendiri dalam angkatannya yang disingkirkan. Pengangkatannya terjadi semata-mata karena sebuah kasus. Media pers juga menjadi tantangan bagi mursi dan keluarga. Serangan media pers sangat keras terhadap calon dari Partai Kebebasan dan Keadilan. Media pers terkenal zalim dan telah hilang kredibilitasnya, mereka sering memihak dan mengarang-ngarang isu. Keluarga Mursi sendiri belum dapat mengembalikan kepercayaan terhadap pers Mesir karena seringnya menyebar berita bohong tentang keluarganya. Meskipun demikian, keluarganya masih merasakan kemuliaan Islam dan semakin menambah keyakinanya bahwa keluarga berada di jalan yang benar. Karena keluarga percaya sekali terhadap program Ikhwanul Muslimin. Bagi mereka yang mengamati sirah dengan baik, akan mengetahui bahwa beginilah sunnatullah, bahkan para rasulpun menghadapi berbagai cobaan. Dan hal ini akan semakin menambah kekuatan bagi keluarga Mursi.
REFERENSI:
http://muslimtoday.net/kabar-dunia-islam/mengenal-sosok-mohammad-mursi-presiden-baru-mesir
http://www.malimsonline.com/profil-mohammed-mursi-presiden-terpilih-mesir
http://kembalikefitrah.blogspot.com/2012/06.html
http://www.islamicgeo.com/2012/06/tiga-rahasia-kemenangan-mursi-pada.html
http://www.sohibulquran.org/2012/06/dr-muhammad-mursi-hafizh-quran-menjadi.html
http://arrahmah.com/
http://ridwansyahyusufachmad.com/author/ridwansyahyusufachmad/
http://internasional.kompas.com/read/2012/06/28/08083211/Hari-hari.
http://www.dw.de/dw/article/0,,16062362,00.html
Thursday, June 14, 2012
INGGRA FASYA
Heboh.........bener-bener heboh,
jumat 15 juni 2012 itulah waktunya dan tepatnya jam 9 lewat 30 menot eh salah menit.
awalnya kita lagi pada ngumpul N ngebahas perkara Bisnis di kelas 3 nanti, perbincanganpun teramat serius,,,semuanya terbius dalam suasana penuh keingintahuan.
Tiba-tiba Fasya bikin ulah, secepat siput dia ambil semprotan berisi air yg biasa digunakan untuk nyiram terarium. Nah Odi eh salah, ide fasya adalah nyemprotin tuh semprotan berisi air ke semua anak plus guru yg ada diruang itu. Kontan saja suasana jadi kacau beliau, berhamburan sana kemarin, teriak-teriak, saling dorong dan lain semaunya. Jadilah acara ngumpul-ngumpulnya bubar. Dan yang bikin jenggot mau keriting adalah, dia juga nyemrotin saya sampai berjuta-juta kali, basahnya minta ampunnnnnnn.
Tidak mau ngalah sayapun ambil langkah dua ribu lima ratus lima puluhrupiah hehehe uang kale, saya ambil gelas N segera diisi air dan saya kejarlah si Fasya bandel itu. Dan airpun tertawa kegirangan, menari-nari diudara, bergerak bebas sesuka hati. dan Fasyapun basah kuyup............nah itulah akibatnya kalo berani cam-macam ma pak tyo.hihihihihiiiiii
inilah satu dari satu juta kisah penuh penjiwaaan, semoga kite semua bukan dalam rangka sakit jiwa,right!
Subscribe to:
Comments (Atom)