Pages

Tuesday, October 4, 2011

SISWA SMP TERBAIK SE INDONESIA

WOw.........ini bakalan heboh. Ini adalah kisah tentang perjalanan sebuah generasi. saya memprediksi bakal ada sebuah NEGARA BESAR sebentar lagi....Tulisan ini tidak bermaksud ingin membesar-besarkan. Tapi hanya semacam luapan kebahagiaan. Saya menyaksikan sendiri, saya menemukan sendiri, dan saya menghadapinya sendiri. Ini benar-benar Fantastis..........
SISWA-SISWI TERBAIK.....malah saya pikir TERBAIK SE INDONESIA, Mungkin JUGA SEDUNIA...AMIN.
Pokoknya kalo ANDA berkesempatan menemui mereka, ANDA akan MERENUNG lebih dalam.
Eit....Nanti dulu.
Saran saya, JANGAN SEKARANG ANDA bertemu mereka, TAPI sebaiknya Sekitar 10 Tahun yang akan datang. Saat mereka sudah menjadi apa yang mereka IMPIKAN.....
Mungkin har ini, hanya saya (tim fasilitator)dan orang tua mereka yang akan mengakui kehebatan siswa-siswi SMP ini, Orang di Luar kami, boleh jadi tidak percaya. Itu silahkan saja. Mereka saat ini bergabung di sebuah Sekolah yang tersembunyi tapi tidak jauh. dari sekolah dengan fasilitas Praktek paling dahsyat tapi tidak Mahal.
Setiap karakter INDIVIDUNYA, membuat saya berdecak antara kagum dan WAs-WAS..he2,
Ingin tau nama SEKOLAHNYA.....ada di ALAM, meski kesanya LIAR, tapi sebenarnya terarah dengan JELAS. Visinya tajam, pendmpinganya penuh kesabaran. Belajar untuk tidak menghakimi. Mereka tumbuh dengan Hasrat kebenaran,
Saya berharap murid-muridnya kelak bisa menjadi ANUGERAH TERINDAH BAGI INDONESIA dan DUNIA.............SALAM ( SEMANGAT-AKHLAK-LUAS WAWASAN-AMANAH-MANFAAT)

Thursday, June 16, 2011

Pendidikan Holistik

1. Strategi dan Hasil Sistem Pendidikan di Indonesia
Sistem pendidikan di indonesia hanya menyiapkan para siswa untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi atau hanya untuk mereka yang memang mempunyai potensi akademik baik (ukuran IQ tinggi). Sistem tersebut sebenarnya mengacu pada sistem yang dipakai Amerika Serikat (AS), yang dikembangkan terutama sebagai reaksi terhadap keberhasilan Uni Soviet meluncurkan pesawat luar angkasa Sputnik pada tahun 1957. Strategi pendidikan AS di kritik oleh Lester Thurow, seorang ekonom dari MIT ( Perguruan tinggi terkenal di AS) sebagai strategi yang “salah” dalam menghadapi persaingan global. Thurow mengatakan bahwa strategi tsb hanya menyiapkan 10% terpandai dari penduduk AS. Menurut Thurow, dalam hal kualitas produksi, AS kalah dengan Jepang karena di Jepang lebih mementingkan bagaimana menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan profesional yg merupakan bagian terbesar dari penduduk. Sudah puluhan tahun energi bangsa Indonesia terbuang sia-sia untuk menciptakan SDM yang menguasai IPTEK dengan beban kurikulum yang demikian beratnya. Alih-alih menghasilkan SDM yg handal dalam IPTEK, ternyata untuk membuahkan manusia Indonesia yang tahu bagaimana membuang sampah pada tempatnya, menjadi buruh yang rajin, dan yang jujur saja, tidak berhasil. Kualitas SDM yang buruk di Indonesia dkarenakan salah satunya oleh para pemimpin yang tidak mempunyai visi dan strategi yang jitu dalam membawa bangsa kedepan.
2. Tujuan Pendidikan : Tinjauan Teoritis dan Kontekstual
John Dewey mengatakan bahwa setiap makhluk hidup mempunyai mekanisme alami untuk beradaptasi sehingga dapat terus menjaga kelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi. Kemampuan untuk beradaptasi ini oleh Herbert Spencer disebut sebagai bekal pengetahuan yang paling berharga yang harus diberikan kepada generasi muda. Tiga pokok pikiran yang dijadikan dasar sebuah tujuan pendidikan adalah:
a. Menyiapkan individu sebagai pembelajar sejati
b. Menyiapkan individu yang mempunyai komitmen terhadap perdamaian dan perwujudan dunia yang lebih baik
c. Menyiapkan individu yang mempunyai daya saing tinggi dalam dunia kerja
3. Tujuan Pendidikan : Membangun Manusia Holistik
Pendidikan holistik diartikan membangun manusia yang utuh dan sehat. Jeremy Henzel-Thomas menjelaskan bahwa membangun secara utuh dan seimbang pada setiap murid dalam seluruh aspek pembelajaran spiritual, moral, imajinasi, intelektual, budaya, aestetika, emosi, dan fisik mengarahkan seluruh aspek-aspek tersebut ke arah pencapaian sebuah kesadaran tentang hubungannya dengan Tuhan, yang merupakan tujuan akhir dari semua kehidupan manusia di dunia. Dalam UU RI no 20 tahun 2003 di sebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Oleh karena itu potensi manusia yang harus dikembangkan melalui pendidikan adalah: aspek fisik, emosi, sosial, kreativitas, spiritual, dan akdemik.
4. Pendidikan Dasar : Masa Kritis Pembentukan Fondasi Manusia Holistik
Pendidikan yang salah pada anak usia dini akan berakibat pada sikap negatif terhadap belajar yang akan terbawa sampai dewasa. Untuk itu perlu diperhatikan perkataan Burton yaitu pembelajaran yang relevan adalah bahwa para guru dari anak-anak usia dini harus selalu menyadari konsep anak secara utuh. Saat ini sudah dikenal istilah DAP (Developmentally Appropriate Practices) yaitu pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak karena selain sesuai dengan tahapan perkembangan anak, juga memperhatikan keunikan masing-masing individu anak.
Periode usia dini sangat penting untuk diperhatikan sebab akan berpengaruh pada kemampuan berpikir kreatif, kritis dan kemampuan menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan. Di Jepang saat telah melakukan perubahan orientasi pendidikan dimana periode SD digambarkan sebagai masa yang paling menyenangkan sementara SMP dan SMA sangat sulit. Meskipun sulit, namun sikap positif terhadap belajar sudah terbentuk sejak di SD.
5. Prinsip-Prinsip Pendidikan Holistik
Pendidikan untuk membangun manusia holistik akan tercapai jika mengacu pada prinsip pembelajaran yg dapat mengarahkan proses secara efektif.Ada tiga prinsip pembelajaran efektif bagi pendidikan dasar:
a. Pembelajaran memerlukan partisipasi aktif para siswa
b. Setiap anak belajar dengan cara dan kecepatan yang berbeda
c. Anak-anak dapat belajar dengan efektif ketika mereka dalam suasana kelas yang kondusif
6. Aplikasi Konsep Pendidikan Holistik dalam Kurikulum
a. Pendekatan yang merangsang daya minat anak
b. Pendekatan yang melibatkan siswa bekerja dalam kelompok.
c. Pendekatan yang memadukan berbagai materi dalam satu sajian
d. Evaluasi siswa
7. Relevansi Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan Konsep Pendidikan Holistik
Fungsi pendidikan nasional menurut undang-undang adalah membentuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak manusia dan peradaban bangsa Indonesia. Dengan kata lain bahwa membangun manusia holistik adalah cita-cita pendidikan nasional.
a. Pengertian kurikulum berbasis kompetensi (KBK)
kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dicerminkan dari kebiasaan berpikir dan bertindak. Ada tiga hal penting tentang KBK yang harus diketahui oleh guru, yaitu:
 KBK memposisikan kompetensi siswa sebagai acuan untuk menentukan materi pelajaran yang digunakan sebagai bahan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan.
 KBK berorintasi pada hasil dan proses
 KBK disajikan pada siswa dengan menggunakan berbagai metode, strategi dan teknik pembelajaran yang dapat memberikan kompetensi kepada siswa.
b. Prinsip-prinsip dalam pengembangan KBK
 Keimanan, nilai dan budi pekerti luhur
 Penguatan integritas nasional
 Keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestika
 Kesamaan memperoleh kesempatan
 Abad pengetahuan dan teknologi informasi
 Pengembangan keterampilan hidup
 Belajar sepanjang hayat
 Berpusat pada anak dengan penilaian yang berkelanjutan dan komperehensif
 Pendekatan menyeluruh dan kemitraan
c. Komponen-komponen KBK
 Kurikulum dan hasil belajar
 Penilaian berbasis kelas
 Kegiatan belajar mengajar
 Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah
d. Tujuan penyelenggaraan sekolah dan kompetensi lulusan
 Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal difokuskan pada peletakan dasar-dasar pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
 Penyelenggaraan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar-dasar karakter, kecakapan, keterampilan, dan pengetahuan yang memadai untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
8. Aplikasi KBK dalam pembelajaran di kelas
a. Memahami isi KBK
b. Menentukan tema dan judul
c. Membuat bagan keterjalaan melalui tema
d. Menyusun kegiatan pembelajaran

Sekolah Para Juara

1. Dasar-Dasar Teori Kecerdasan Majemuk (KM)
Teori kecerdasan majemuk di perkenalkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog Harvard. Gardner mengatakan bahwa hal terpenting bagi kita adalah menyadari dan mengembangkan semua ragam kecerdasan manusia dan kombinasi-kombinasinya. Kita berbeda karena memiliki kombinasi kecerdasan yang berlainan. Apabila menyadari hal ini, setidaknya kita lebih punya peluang menangani berbagai masalah yang kita hadapi di dunia ini dengan baik.
a. Delapan kecerdasan dasar menurut Howard Gardner yaitu:
kecerdasan linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetis jasmani, musikal, interpersonal, dan intrapersonal.
 Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan kata secara efektif baik lisan maupun tulisan.
 Kecerdasan matematis-logis adalah kemampuan menggunakan angka dengan baik dan penalaran yang benar.
 Kecerdasan spasial adalah kemampuan mempersepsi dunia secara akurat.
 Kecerdasan kinestetik-jasmani adalah kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan perasaan dan keterampilan menggunakan tangan untuk mencipta sesuatu.
 Kecerdasan musikal adalah kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal.
 Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain.
 Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan memahami diri sendiri
 Kecerdasan naturalis adalah kemampuan mengenali dan mengategori spesies di lingkungan sekitar.
b. Landasan teori KM yaitu:
 Potensi yang terisolasi akibat kerusakan otak
 Adanya savant, genius, dan orang-orang besar lain
 Riwayat perkembangan khusus dan kinerja “kondisi akhir” bertaraf ahli yang khas
 Sejarah evolusioner dan kenyataan logis evolusioner
 Dukungan dari temuan psikometrik
 Dukungan dari penelitian psikologi eksperimental
 Cara kerja atau rangkaian cara kerja dasar yang teridentifikasi
 Kemudahan menyandikan ke dalam sistem simbol
c. Poin-poin dalam teori KM
 Setiap orang memiliki kedelapan kecerdasan.
 Orang pada umumnya dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai.
 Kecerdasan-kecerdasan pada umumnya bekerja bersamaan dengan cara yang kompleks.
 Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dalam setiap kategori
d. Keberadaan Kecerdasan yang lain
Para peneliti lain mengajukan kecerdasan-kecerdasan lain seperti spiritualitas, kesadaran moral, humor, intuisi, kreativitas, kemampuan memasak, kemampuan penciuman, kemampuan mensintesa kecerdaan-kecerdaan lain, dan kecerdasan mekanis.
e. Kaitan teori KM dengan teori-teori lain
Yang sementara ini ramai dibahas adalah keterkaitan teori gaya belajar dengan KM. Menghubungkan teori KM dengan model teori lain seperti membandingkan apel dan jeruk.
2. KM dan Perkembangan Kepribadian
a. Menilai KM kita sendiri
Cara terbaik menilai kecerdasan majemuk diri sendiri adalah melalui penilaian kinerja secara realistis.
b. Memanfaatkan sumber daya KM
 Meminta bantuan teman yang ahli
 Meminta bantuan siswa
 Menggunakan teknologi yang ada

c. Mengembangkan KM anda
Ada tiga faktor yang menentukan dapat berkembang atau tidaknya kecerdasan majemuk yaitu:
 Faktor biologis
 Sejarah hidup pribadi
 Latar belakang kultural dan historis
d. Pendorong dan penghambat kecerdasan
Pengalaman yang mengkristal adalah api yang menghidupkan kecerdasan sementara pengalaman yang melumpuhkan adalah pengalaman yang mematikan kecerdasan. Sejumlah pengaruh lingungan yang juga berpengaruh sebagai pendorong atau penghambat antara lain; akses ke sumber daya atau mentor, faktor historis kultural, faktor geografis, faktor keluarga, dan faktor situasional.
3. Menilai Kecerdasan Majemuk Siswa
Salah satu cara yang baik untuk mengenali kecerdasan majemuk siswa adalah dengan mengamati kenakalannya. Selain itu juga dengan cara meminta siswa menghabiskan waktu luang di sekolah. Beberapa cara berikut ini juga dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang kecerdasan majemuk siswa. Diantaranya; Mengumpulkan dokumentasi, melihat data sekolah, berdiskusi dengan guru yang lain, bicara dengan orangtua, bertanya kepada siswa, dan menyelenggarakan kegiatan khusus.
4. Mengajarkan KM Kepada Siswa
a. Pengantar lima menit teori KM
Yaitu metode menjelaskan teori KM kepada siswa pada lima menit awal saat pelajaran dimulai dengan menggunakan bahasa yang bisa dipahami siswa.
b. Kegiatan untuk mengajar teori KM
Beberapa kegiatan yang digunakan untuk memperkenalkan model KM diantaranya; hari karier, karya wisata, biografi, rencana pelajaran, pengalaman empiris yang praktis, gambar atau poster dinding, rak pameran, buku bacaan, meja KM, berburu kecerdasan, papan permainan, cerita, lagu, dan drama KM.
5. KM dan Pengembangan Kurikulum
a. Latar belakang historis pengajaran modus majemuk
b. Guru KM
c. Metode dan materi kunci pengajaran KM
d. Cara menyusun rencana pelajaran KM
 Memusatkan perhatian pada tujuan dan topik tertentu
 Menjawab pertanyaan kunci KM
 Mempertimbangkan kemungkinan lain
 Curah gagasan
 Memilih kegiatan yang cocok
 Menyusun rencana pelajaran yang berkesinambungan
 Menjalankan rencana
e. KM dan pengajaran tematis
6. KM dan Strategi Pengajaran
a. Strategi pengajaran untuk kecerdasan linguistik yaitu bercerita, curah gagasan, merekam dengan tape recorder, menulis jurnal, publikasi
b. Strategi pengajaran untuk kecerdasan matematis-logis yaitu kalkulasi dan kuantifikasi, klasifikasi dan kategorisasi, pertanyaan sokratis, heuristik, penalaran ilmiah
c. Strategi pengajaran untuk kecerdasan spasial yaitu visualisasi, penggunaan warna, metafora gambar, sketsa gagasan, simbol grafis
d. Strategi pengajaran untuk kecerdasan kinestetis yaitu respons tubuh, teater kelas, konsep kinestetis, hands on thingking, peta tubuh
e. Strategi pengajaran untuk kecerdasan musik yaitu irama, lagu, dan senandung, diskografi, musik super memori, konsep musikal, musik suasana.
f. Strategi pengajaran untuk kecerdasan interpersonal yaitu berbagi rasa dengan teman sekelas, formasi patung dari orang, kerja kelompok, board games, simulasi.
g. Strategi pengajaran untuk kecerdasan intrapersonal yaitu sesi refleksi satu menit, hubungan materi pelajaran dengan pengalaman pribadi, waktu memilih, momentum mengekspresikan perasaan, sesi perumusan tujuan.
h. Strategi pengajaran untuk kecerdasan naturalis yaitu jalan-jalan dialam terbuka, melihat ke luar jendela, tanaman sebagai dekorasi, membawa hewan piaraan ke kelas, ekostudi.
7. KM dan Lingkungan Kelas
a. KM dan faktor ekologis dalam proses belajar
Teori KM menawarkan pola yang dapat digunakan para pendidik untuk melihat beberapa faktor ekologis yang penting dalam proses belajar yang menyangkut delapan kecerdasan
b. Pusat kegiatan KM
Pusat kegiatan KM di pusatkan pada penataan ruang kelas sedemikian rupa sehingga wilayah-wilayah kelas ditujukan bagi kecerdasan tertentu.
 Pusat kegiatan umum yang permanen yaitu pusat kegiatan linguistik, matematis-logis, dll
 Pusat kegiatan tematis yaitu pusat kegiatan yang sesuai topik yang sering berubah dan diarahkan pada tema tertentu misalnya “unit perumahan”
 Pusat kegiatan umum sementara yaitu pusat kegiatan untuk eksplorasi terbuka misalnya dengan membuat games yang di kelompokan berdasarkan delapan kecerdasan.
 Pusat kegiatan tematis yang permanen yaitu kombinasi antara pusat kegiatan permanen dan tematis misalnya topik “musim panas”.
 Pilihan siswa dan pusat kegiatan
8. KM dan Manajemen Kelas
a. Menarik perhatian kelas
b. Mempersiapkan masa peralihan
c. Mengomunikasikan peraturan kelas
d. Membentuk kelompok
e. Menangani perilaku individual dengan menggunakan metode disiplin
f. Menggunakan perspektif yang lebih luas
9. Sekolah KM
a. KM dan sekolah tradisional
b. Komponen sekolah KM
c. Sekolah KM percontohan
d. Sekolah KM pada masa depan
10. KM dan Penilaian
a. Berbagai jenis penilaian
b. Proyek penilaian KM
c. Penilaian melalui delapan cara
d. Penilaian dalam koteks yang sesuai
e. Portofolio KM
11. KM dan Pendidikan Khusus
a. Teori KM sebagai paradigma pertumbuhan
b. Individu cacat yang sukses sebagai model untuk pertumbuhan
c. Jalan pintas kognitif
d. Teori KM dalam pengembangan program pendidikan individual
e. Luasan implikasi teori KM bagi pendidikan khusus
12. KM dan Kemampuan Kognitif
a. Daya ingat
b. Pemecahan masalah
c. Mengenalkan “ Pertemuan Columbus)
d. Teori KM dan tingkat kompleksitas kognitif bloom
13. Beberapa Penerapan Teori KM yang lain
a. Teknologi komputer
b. Keragaman budaya
c. Bimbingan karier
14. KM dan Kecerdasan Eksistensial
a. Kriteria apa yang dipenuhi oleh kecerdasan eksistensial
b. Bagaimana cara mengintegrasikan kecerdasan

Wednesday, June 15, 2011

Manajemen diri

Inspirasi
Suatu pagi di hari senin yang cerah, kamu sedang asyik di balik selimut. Kamu tampak sedang bermusuhan dengan dingin di pagi buta. Asyik sekali tidurmu, sampai tiba-tiba kamu kaget dan langsung membuka selimut, duduk sejenak dan teriak…OOOH MY GOOD!!!………….TUGASKU HARI INI BANYAK SEKALI. Secepat kilat kamu kalahkan dingin kala itu. Kamu hanya fokus dengan satu hal …TUGAS SEKOLAH…kamu sembari berlari menuju kamar mandi, sembari itu pula kamu teriakan tugas-tugasmu “Waduh hari ini tugasku Science, Bahasa Indonesia, Math, English, Kewirus, SBK, Agama”. “ Gawat semuanya date linenya hari ini, kalo aku sampai menunda lagi, bisa-bisa terjadi kebakaran hebat di sekolah, alias para guru marah-marah”. Kamu sangat takut, lantaran kamu sudah menunda semua tugas itu selama 6 bulan, apa????enam bulan???selama ini kamu selalu mencari-cari alasan kepada guru, sehingga dengan kepintaranmu mencari alasan, hampir semua guru terkelabui kecuali guru Pengembangan Diri..hehe. Saat waktu mengumpulkan tugas tiba, kamu malah menyiapkan banyak alasan mulai dari acara keluarga sampai acara keluarganya tetangga. Mulai dari nikahan kakak sampai kakek. Mulai dari komputer rusak, kena virus, sampai kena bakteri. Wah pokoknya ada saja alasanya. Nah pagi kali ini, sepertinya kamu benar-benar ketakutan, bayangkan saja ada 7 tugas dan kamu belum menyentuhnya satupun…duh, ndak kebayang dech. Sejurus kemudian, kamu sudah di depan laptop kesayanganmu, kamu mulai menekuni satu per satu tugas, meskipun rada mustahil untuk menyelesaikan barang satu paragrafpun, betul saja waktu sudah menunjukan pkl 07.15, nah kamu belum mandi, dan sarapan. Sementara kelas dimulai pkl 08.00 dan jarak dari rumah ke sekolah sekitar 15 menit. Ya ampun sedih banget kamu pagi ini. Benarkah hari ini akan menjadi hari bersejarah buatmu?....Semoga hari ini tidak ada berita masuk koran dengan judul “ Murid Malas, Guru Lempar Gelas”
Konsep
Teman-teman, bukan tidak mungkin kita terkadang berada pada posisi seperti yang digambarkan dari cerita diatas. Tentu saja kita akan sedih, guru juga akan sedih, dan orang tua paling paling sedih plus malu. Teman-teman lalu bagaimana caran mengatasi semua itu ya? Apakah kita paksa saja agar guru tidak memberi tugas? Wah kalau caranya begini, kita sendiri yang rugi, sebab dengan adanya tugas, guru akan bisa mengukur seberapa besar kita menyerap materi yang telah disampaikan. Jadi sebenarnya tugas itu kita yang butuh loh. Lalu gimana caranaya? Caranya terbaiknya adalah MANAJEMEN DIRI. Pada modul kali ini kita akan sama-sama mempelajari tentang manajemen diri mulai dari pengertian, macam, dan cara membiasaknya. Oh ya, syarat utama kita bisa dan mau memanaj diri adalah ketika kita memahami arti tanggung jawab. Karena manajemen diri hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki tanggung jawab, dan keinginan untuk menang (sukses).
Tanggung jawab
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Menurut istilah, tanggungjawab manusia adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatanya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsyafan atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri, manusia harus bisa menciptakan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan baik antara sesama manusia maupun antara manusia dan lingkungan. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia. Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, dan keteladanan.

Macam-macam tanggung jawab :
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2. Tanggung jawab terhadap keluarga
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
4. Tanggung jawab terhadap bangsa/ negara
5. Tanggung jawab terhadap Tuhan YME
Manajemen diri
Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu menagement seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen diri bisa di artinya seni melakukan pengaturan diri. Lalu bagaimana pengaturan diri itu? Secara umum manajemen diri dapat diartikan sebagai seni pengaturan diri yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan pribadi.
1. Fungsi perencanaan, mencakup semua kegiatan yang ditujukan untuk menyusun program kerja selama periode tertentu pada masa yang akan datang berdasarkan visi, misi, dan tujuan.
2. Fungsi pengorganisasian, mencakup upaya untuk mengorganisasikan semua sumber daya untuk mencapai tujuan
3. Fungsi pelaksanaan, mencakup semua proses pelaksaan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan
4. Fungsi evaluasi, mencakup upaya untuk menilai proses pelaksaan rencana apakah menyimpan dari rencana atau tidak dan untuk mengetahui seberapa besar target dan sasaran tercapai.
Macam-macam manajemen diri :
1. Manajemen waktu merupakan seni mengatur waktu dalam hidupnya. Kita semua di dunia ini diberi waktu yang sama yaitu 24 jam dalam satu hari. Kita menemukan banyak orang yang bisa sukses dengan waktu yang ada. Mereka bisa menjadi pengusaha, Direktur, Manajer, profesor,olahragawan, seniman, dll. Tapi, dengan waktu yang sama kita juga melihat banyak sekali orang-orang yg kurang beruntung mereka menjadi pengemis. Lalu kenapa itu terjadi? Salah satunya adalah bagaimana kita belajar mengatur waktu yang ada sebaik mungkin. Sehingga waktu yang kita miliki lebih berguna. Sebaiknya kita menggunakan waktu untuk belajar, membaca, latihan, olahraga, dll. Kita harus mulai mengurangi waktu bermain. Salah satu cara mengelola waktu adalah dengan membuat agenda pribadi secara rutin.
2. Manjemen hati merupakan seni mengatur hati/perasaan. Sebagai seorang muslim kita sering mendengar bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Tapi terkadang kita melihat ada orang yg rajin sholat tapi ternyata dia kelakuanya tidak benar seperti berlaku curang, berbohong, marah, mencuri, korupsi,dll. Lalu bagaimana dengan fungsi sholatnya? caranya adalah memperbaiki kualitas sholat, sebab sholat merupakan doa,harapan, dan permohonan. Jadi Insyaallah jika sholatnya berkualitas, pasti kelakuanya akan baik. Salah satu cara seorang muslim mengelola hati adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, tilawah, qiyamulail, dan berprasangka baik kepada Allah, rasul, dan manusia.
3. Manajemen program merupakan seni mengatur program/kegiatan.
Ilustrasi : Iwan adalah seorang siswa muslim berusia 13 tahun yang bersekolah di SM SAB. Iwan aktif mengikuti kelompok pencinta alam, sepak bola, dan karya ilmiah remaja. Iwan dipercaya oleh teman-temanya untuk menjadi ketua kelas. Disamping itu, Iwan mengikuti les musik dan mata pelajaran. Dengan aktivitas yang padat, mustahil bagi Iwan akan berhasil kalau dia tidak mengatur agendanya dengan baik. Belum lagi kalau ternyata dari sekolah ada banyak tugas. Bisa-bisa Iwan stress berat. Tapi karena Iwan mampu mengatur program, akhirnya Iwanpun berhasil melalui masa-masa SMnya dengan lancar sampai lulus dan melanjutka ke SMA Favorit.
Contoh kehidupan yang di jalani Iwan telah memberi gambaran betapa pentingnya mengelola agenda/program yang begitu banyak. Dalam menyelesaikan agenda, dibutuhkan kemampuan untuk mengatur dan menentukan agenda-agenda yang prioritas, mendesak, dan penting. Pada pelaksanaanya manajemen diri mencakup banyak hal. Untuk melaksanakan agenda dibutuhkan kolaborasi/gabungan beberapa manajemen (waktu, hati, program). Stephen R. Covey membagi agenda dalam empat kuadran sbb:
Kuadran I : agenda PENTING dan GENTING/ MENDESAK
Contoh : minum obat saat sakit, menyelesaikan tugas yang sudah date line, datang ke sekolah tidak terlambat, sholat tepat waktu,dll.
Kuadran II : agenda PENTING tapi TIDAK GENTING
Contoh : makan makanan bergizi, olah raga dengan teratur, membina hubungan baik dengan teman, membuat rencana kegiatan pribadi, menabung uang, belajar, latihan soal.
Kuadaran III : agenda TIDAK PENTING tapi GENTING
Contoh : diajak temen nonton gratis sementara besok paginya ada ujian, mengangkat telpon sementara kita sedang belajar, mengambil sampah yang berserakan di ruang kelas, mengambil sandal yang dibuang ke tempat sampah, melaksanakan hukuman.
Kuadran IV : agenda TIDAK PENTING dan TIDAK GENTING
Contoh : menghabiskan waktu untuk tiduran sepanjang hari, melamun sepanjang hari, ngobrol dengan teman dengan tema yang tidak jelas, melanggar peraturan.
Setidaknya manajemen diri dibutuhkan untuk membuat kita berkembang menjadi lebih baik. Kita bisa hidup lebih sejahtera, kita juga bisa berhubungan baik dengan manusia. Dan yang paling penting adalah kita bisa menjadi orang yang berguna, bukan menjadi orang yang selalu menyusahkan orangtua, guru, dan teman.

Soal :
1. Jelaskan pengertian tanggung jawab secara bahasa dan istilah!
2. Perlukah manusia bertanggungjawab?jelaskan alasanya?
3. Apa akibatnya jika manusia tidak bertanggungjawab?
4. Berikan 5 contoh tanggungajawab kepada diri sendiri!
5. Berikan 5 contoh tanggungjawab kepada agama!
6. Jelaskan pengertian manajemen!
7. Jelaskan pengertian manjemen diri!
8. Berikan 5 contoh aktivitas manajemen diri!
9. Jelaskan pengertian manajemen waktu!
10. Jelaskan pengertian manajemen hati!
11. Jelaskan pengertian manajemen program!
12. Berikan 5 contoh kegiatan penting dan genting di rumah!
13. Berikan 5 contoh kegiatan penting tapi tidak genting !
14. Berikan 5 contoh kegiatan tidak penting tapi genting di sekolah!
15. Berikan 5 contoh kegiatan tidak penting dan tidak genting !

Sumber :
Covey. Stephen.1997. The Seven Habits of Highly Effective People
Intan dan sa’id Gumbira. 2004. Manajemen Agribisnis. Ghalia Indonesia. Jakarta
Muhammad, Mahmud.2006. The Most Perfect habit. Dar Thayyiban.Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen