Inspirasi
Suatu pagi di hari senin yang cerah, kamu sedang asyik di balik selimut. Kamu tampak sedang bermusuhan dengan dingin di pagi buta. Asyik sekali tidurmu, sampai tiba-tiba kamu kaget dan langsung membuka selimut, duduk sejenak dan teriak…OOOH MY GOOD!!!………….TUGASKU HARI INI BANYAK SEKALI. Secepat kilat kamu kalahkan dingin kala itu. Kamu hanya fokus dengan satu hal …TUGAS SEKOLAH…kamu sembari berlari menuju kamar mandi, sembari itu pula kamu teriakan tugas-tugasmu “Waduh hari ini tugasku Science, Bahasa Indonesia, Math, English, Kewirus, SBK, Agama”. “ Gawat semuanya date linenya hari ini, kalo aku sampai menunda lagi, bisa-bisa terjadi kebakaran hebat di sekolah, alias para guru marah-marah”. Kamu sangat takut, lantaran kamu sudah menunda semua tugas itu selama 6 bulan, apa????enam bulan???selama ini kamu selalu mencari-cari alasan kepada guru, sehingga dengan kepintaranmu mencari alasan, hampir semua guru terkelabui kecuali guru Pengembangan Diri..hehe. Saat waktu mengumpulkan tugas tiba, kamu malah menyiapkan banyak alasan mulai dari acara keluarga sampai acara keluarganya tetangga. Mulai dari nikahan kakak sampai kakek. Mulai dari komputer rusak, kena virus, sampai kena bakteri. Wah pokoknya ada saja alasanya. Nah pagi kali ini, sepertinya kamu benar-benar ketakutan, bayangkan saja ada 7 tugas dan kamu belum menyentuhnya satupun…duh, ndak kebayang dech. Sejurus kemudian, kamu sudah di depan laptop kesayanganmu, kamu mulai menekuni satu per satu tugas, meskipun rada mustahil untuk menyelesaikan barang satu paragrafpun, betul saja waktu sudah menunjukan pkl 07.15, nah kamu belum mandi, dan sarapan. Sementara kelas dimulai pkl 08.00 dan jarak dari rumah ke sekolah sekitar 15 menit. Ya ampun sedih banget kamu pagi ini. Benarkah hari ini akan menjadi hari bersejarah buatmu?....Semoga hari ini tidak ada berita masuk koran dengan judul “ Murid Malas, Guru Lempar Gelas”
Konsep
Teman-teman, bukan tidak mungkin kita terkadang berada pada posisi seperti yang digambarkan dari cerita diatas. Tentu saja kita akan sedih, guru juga akan sedih, dan orang tua paling paling sedih plus malu. Teman-teman lalu bagaimana caran mengatasi semua itu ya? Apakah kita paksa saja agar guru tidak memberi tugas? Wah kalau caranya begini, kita sendiri yang rugi, sebab dengan adanya tugas, guru akan bisa mengukur seberapa besar kita menyerap materi yang telah disampaikan. Jadi sebenarnya tugas itu kita yang butuh loh. Lalu gimana caranaya? Caranya terbaiknya adalah MANAJEMEN DIRI. Pada modul kali ini kita akan sama-sama mempelajari tentang manajemen diri mulai dari pengertian, macam, dan cara membiasaknya. Oh ya, syarat utama kita bisa dan mau memanaj diri adalah ketika kita memahami arti tanggung jawab. Karena manajemen diri hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki tanggung jawab, dan keinginan untuk menang (sukses).
Tanggung jawab
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Menurut istilah, tanggungjawab manusia adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatanya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsyafan atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri, manusia harus bisa menciptakan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan baik antara sesama manusia maupun antara manusia dan lingkungan. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia. Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, dan keteladanan.
Macam-macam tanggung jawab :
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2. Tanggung jawab terhadap keluarga
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
4. Tanggung jawab terhadap bangsa/ negara
5. Tanggung jawab terhadap Tuhan YME
Manajemen diri
Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu menagement seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen diri bisa di artinya seni melakukan pengaturan diri. Lalu bagaimana pengaturan diri itu? Secara umum manajemen diri dapat diartikan sebagai seni pengaturan diri yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan pribadi.
1. Fungsi perencanaan, mencakup semua kegiatan yang ditujukan untuk menyusun program kerja selama periode tertentu pada masa yang akan datang berdasarkan visi, misi, dan tujuan.
2. Fungsi pengorganisasian, mencakup upaya untuk mengorganisasikan semua sumber daya untuk mencapai tujuan
3. Fungsi pelaksanaan, mencakup semua proses pelaksaan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan
4. Fungsi evaluasi, mencakup upaya untuk menilai proses pelaksaan rencana apakah menyimpan dari rencana atau tidak dan untuk mengetahui seberapa besar target dan sasaran tercapai.
Macam-macam manajemen diri :
1. Manajemen waktu merupakan seni mengatur waktu dalam hidupnya. Kita semua di dunia ini diberi waktu yang sama yaitu 24 jam dalam satu hari. Kita menemukan banyak orang yang bisa sukses dengan waktu yang ada. Mereka bisa menjadi pengusaha, Direktur, Manajer, profesor,olahragawan, seniman, dll. Tapi, dengan waktu yang sama kita juga melihat banyak sekali orang-orang yg kurang beruntung mereka menjadi pengemis. Lalu kenapa itu terjadi? Salah satunya adalah bagaimana kita belajar mengatur waktu yang ada sebaik mungkin. Sehingga waktu yang kita miliki lebih berguna. Sebaiknya kita menggunakan waktu untuk belajar, membaca, latihan, olahraga, dll. Kita harus mulai mengurangi waktu bermain. Salah satu cara mengelola waktu adalah dengan membuat agenda pribadi secara rutin.
2. Manjemen hati merupakan seni mengatur hati/perasaan. Sebagai seorang muslim kita sering mendengar bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Tapi terkadang kita melihat ada orang yg rajin sholat tapi ternyata dia kelakuanya tidak benar seperti berlaku curang, berbohong, marah, mencuri, korupsi,dll. Lalu bagaimana dengan fungsi sholatnya? caranya adalah memperbaiki kualitas sholat, sebab sholat merupakan doa,harapan, dan permohonan. Jadi Insyaallah jika sholatnya berkualitas, pasti kelakuanya akan baik. Salah satu cara seorang muslim mengelola hati adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, tilawah, qiyamulail, dan berprasangka baik kepada Allah, rasul, dan manusia.
3. Manajemen program merupakan seni mengatur program/kegiatan.
Ilustrasi : Iwan adalah seorang siswa muslim berusia 13 tahun yang bersekolah di SM SAB. Iwan aktif mengikuti kelompok pencinta alam, sepak bola, dan karya ilmiah remaja. Iwan dipercaya oleh teman-temanya untuk menjadi ketua kelas. Disamping itu, Iwan mengikuti les musik dan mata pelajaran. Dengan aktivitas yang padat, mustahil bagi Iwan akan berhasil kalau dia tidak mengatur agendanya dengan baik. Belum lagi kalau ternyata dari sekolah ada banyak tugas. Bisa-bisa Iwan stress berat. Tapi karena Iwan mampu mengatur program, akhirnya Iwanpun berhasil melalui masa-masa SMnya dengan lancar sampai lulus dan melanjutka ke SMA Favorit.
Contoh kehidupan yang di jalani Iwan telah memberi gambaran betapa pentingnya mengelola agenda/program yang begitu banyak. Dalam menyelesaikan agenda, dibutuhkan kemampuan untuk mengatur dan menentukan agenda-agenda yang prioritas, mendesak, dan penting. Pada pelaksanaanya manajemen diri mencakup banyak hal. Untuk melaksanakan agenda dibutuhkan kolaborasi/gabungan beberapa manajemen (waktu, hati, program). Stephen R. Covey membagi agenda dalam empat kuadran sbb:
Kuadran I : agenda PENTING dan GENTING/ MENDESAK
Contoh : minum obat saat sakit, menyelesaikan tugas yang sudah date line, datang ke sekolah tidak terlambat, sholat tepat waktu,dll.
Kuadran II : agenda PENTING tapi TIDAK GENTING
Contoh : makan makanan bergizi, olah raga dengan teratur, membina hubungan baik dengan teman, membuat rencana kegiatan pribadi, menabung uang, belajar, latihan soal.
Kuadaran III : agenda TIDAK PENTING tapi GENTING
Contoh : diajak temen nonton gratis sementara besok paginya ada ujian, mengangkat telpon sementara kita sedang belajar, mengambil sampah yang berserakan di ruang kelas, mengambil sandal yang dibuang ke tempat sampah, melaksanakan hukuman.
Kuadran IV : agenda TIDAK PENTING dan TIDAK GENTING
Contoh : menghabiskan waktu untuk tiduran sepanjang hari, melamun sepanjang hari, ngobrol dengan teman dengan tema yang tidak jelas, melanggar peraturan.
Setidaknya manajemen diri dibutuhkan untuk membuat kita berkembang menjadi lebih baik. Kita bisa hidup lebih sejahtera, kita juga bisa berhubungan baik dengan manusia. Dan yang paling penting adalah kita bisa menjadi orang yang berguna, bukan menjadi orang yang selalu menyusahkan orangtua, guru, dan teman.
Soal :
1. Jelaskan pengertian tanggung jawab secara bahasa dan istilah!
2. Perlukah manusia bertanggungjawab?jelaskan alasanya?
3. Apa akibatnya jika manusia tidak bertanggungjawab?
4. Berikan 5 contoh tanggungajawab kepada diri sendiri!
5. Berikan 5 contoh tanggungjawab kepada agama!
6. Jelaskan pengertian manajemen!
7. Jelaskan pengertian manjemen diri!
8. Berikan 5 contoh aktivitas manajemen diri!
9. Jelaskan pengertian manajemen waktu!
10. Jelaskan pengertian manajemen hati!
11. Jelaskan pengertian manajemen program!
12. Berikan 5 contoh kegiatan penting dan genting di rumah!
13. Berikan 5 contoh kegiatan penting tapi tidak genting !
14. Berikan 5 contoh kegiatan tidak penting tapi genting di sekolah!
15. Berikan 5 contoh kegiatan tidak penting dan tidak genting !
Sumber :
Covey. Stephen.1997. The Seven Habits of Highly Effective People
Intan dan sa’id Gumbira. 2004. Manajemen Agribisnis. Ghalia Indonesia. Jakarta
Muhammad, Mahmud.2006. The Most Perfect habit. Dar Thayyiban.Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
No comments:
Post a Comment